Home Tips Kesehatan Saluran Pencernaan pada Bayi ketahui 5 Faktanya!

Saluran Pencernaan pada Bayi ketahui 5 Faktanya!

33
0

Saluran Pencernaan pada Bayi ketahui 5 Faktanya! – Pencernaan balita memang berbeda dengan orang dewasa pada umumnya sehingga bayi rentan terkena penyakit pada sistem pencernaannya. Berikut fakta-fakta tentang pencernaan bayi.

Saluran Pencernaan pada Bayi ketahui 5 Faktanya!

Tidak seperti orang-orang dewasa, bayi mempunyai tubuh yang gampang sekali terkena berbagai macam penyakit. Terutama adalah pencernaan pada bayi yang sering sekali mengalami gangguan seperti penyakit diare atau sembelit, sehingga bayi menjadi rewel dan tentunya pasti membuat orang tua sangat khawatir. Tentu saja Anda yang mempunyai anak pernah mengalaminya bukan?

Pencernaan pada bayi pastinya berbeda dengan pencernaan pada orang dewasa. Ini karena bayi memiliki lambung yang masih kecil sehingga sistem pencernaannya belum bisa mencerna segala makanan dengan baik. Sehingga dalam pemberian makanan pada bayi harus diperhatikan secara baik, tidak dalam porsi yang banyak dan tentu tidak boleh sembarangan.

Dengan kemampuan pencernaan yang belum sempurna dalam mencerna makanan, bayi menjadi rentan terhadap permasalahan pencernaan. Selain gangguan pencernaan juga rentan terkena infeksi karena pencernaan pada bayi belum matang.

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya mengapa sang bayi kerap mengalami, muntah, diare dan bunyi perut tidak normal yang menyebabkan bayi selalu rewel. Kemungkinan dengan kondisi tersebut terjadi karena terdapat gangguan pencernaan pada bayi.

Baca Juga : Mengenal Fakta Seputar Asam Amino Bagi Kesehatan Tubuh

Ketahui Fakta Pencernaan pada Bayi

Berikut merupakan 5 fakta dari pencernaan pada balita antara lain:

1. Sistem pencernaan belum berfungsi normal

Ketika di dalam kandungan bayi mendapat asupan nutrisi dari sang ibu melalui saluran yang bernama plasenta. Sedangkan ketika bayi sudah lahir cara memperoleh makanan tentunya berbeda yaitu dengan langsung melalui mulut dengan cara menyusu pada ibu.

Dengan peralihan yang terjadi tersebut membuat tubuh bayi harus melakukan penyesuaian pada bentuk makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Pada 6 bulan pertama makanan prima yang bisa dikonsumsi adalah ASI yang memenuhi segala nutrisinya sehari-hari. Ketika sudah berusia 6 bulan diperbolehkan memberikan makanan pendamping selain ASI seperti pisang matang dan bubur halus.

Tetapi jika Anda memberi makan sang bayi dengan makanan yang tidak sesuai dengan usianya ada kemungkinan terjadi masalah pada pencernaannya karena pencernaan pada bayi belum siap menerima makanan yang bermacam-macam.

2. Sistem kekebalan tubuh atau antibodi yang belum kuat

Pada sistem pencernaan manusia mempunyai lapisan lendir yang melindungi saluran pencernaan dari patogen dan bakteri. Untuk pencernaan pada bayi lapisan ini belum dapat berfungsi secara sempurna begitupun dengan sistem kekebalan tubuhnya.

Sistem kekebalan tubuh bayi belum dapat melawan berbagai patogen sehingga dapat menyebabkan infeksi ataupun gangguan pencernaan lainnya, umumnya seperti muntah, diare, dan sakit perut.

3. Ukuran lambung bayi masih kecil

Untuk bayi yang baru lahir besar dari lambunganya adalah sekelereng saja dan hanya mampu menampung cairan sekitar 60 sampai 90 ml saja. Ketika sudah berusia 1 bulan lambung ini akan berubah menjadi sebesar telur dan ukurannya akan terus berkembang seiring bertambahnya usia bayi.

Bayi yang baru lahir juga sangat sedikit dalam menyusu tetapi berkali-kali. Hal tersebut merupakan cara dari si bayi dalam memenuhi nutrisinya dan ketika semakin beranjak besar bayi akan meminum ASI lebih banyak dan frekuensi menyusu dari sang bayi menurun.

4. Sistem pencernaan balita belum matang

Di awal kehidupan bayi belum mempunyai segala enzim yang dibutuhkan oleh tubuh guna mencerna makanan. Walaupun sudah dapat mencerna protein, karbohidrat dan lemak akan tetapi pankreas bayi belum bisa memproduksi enzim guna mencerna karbohidrat hingga berusia sekitar 3 bulan. Tetapi bisa terbantu dengan enzim di dalam ASI dan dari air liur bayi.

Selain itu katup kerongkongan juga belum sempurna sehingga bayi menjadi sering gumoh. Ginjal bayi pun juga masih belum sempurna sehingga beresiko terjadi ketidakseimbangan elektrolit, penyerapan nutrisi yang tidak cukup dan juga dehidrasi.

5. Bayi belum bisa melindungi tubuhnya dari infeksi

Dalam saluran pencernaan manusia secara normal terdapat lendir yang melindungi dari Kontaminan dan Mikroba yang mungkin ada pada makanan. Namun hal ini belum dimiliki bayi secara sempurna karena saluran pencernaannya belum siap melawan bakteri. Tetapi bayi mendapat perlindungan antibodi yang berasal dari ASI.

Tips dan Trik untuk Melancarkan Pencernaan sang Balita

Melihat keadaan saluran pencernaan bayi yang masih sangat rentan tersebut tentunya Anda sebagai orang tua harus ekstra hati-hati dalam memperhatikan asupan nutrisi yang masuk dalam tubuh.

Pastikan juga minuman maupun makanan yang dikonsumsi selalu bersih dan higienis. Ini guna membantu mencegah gangguan pencernaan terjadi.

Jangan sampai makanan yang baik yang seharusnya menjadi nutrisi malah menjadi boomerang pencernaan pada bayi karena Anda berikan pada usia yang belum tepat. Penuhi berbagai kebutuhan bayi mulai dari cairan, serat, dan aktivitas fisik.

Saluran Pencernaan pada Bayi ketahui 5 Faktanya!

Berikan selalu ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama karena ASI memiliki sejuta manfaat untuk bayi dalam membentuk pencernaannya.

Ketika sang bayi menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan pada pencernaan segera konsultasikan ke dokter. Ini tak lain agar dapat diketahui sejak dini dan memperoleh pengobatan berlanjut agar gejala tersebut dapat terkendali dan pencernaan pada bayi dapat sehat kembali.

Baca Juga : Posisi Duduk Ibu Hamil Bisa Pengaruhi Kesehatan Janin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here