Home Tips Kesehatan Jangan Remehkan Kelainan Tulang Manusia

Jangan Remehkan Kelainan Tulang Manusia

98
0

Jangan Remehkan Kelainan Tulang Manusia – Tulang merupakan salah satu organ tubuh yang penting. Namun sebagian orang mengalami kelainan pada kondisi tulangnya. Berikut ini beberapa jenis kelainan pada tulang.

Jangan Remehkan Kelainan Tulang Manusia

Tulang memiliki peranan sangat penting, dikarenakan tulang merupakan organ pembentuk kerangka tubuh. Kelainan tulang pastinya dapat mengganggu fungsi organ tubuh lainnya dan dapat menimbulkan masalah terhadap kesehatan.

Dalam kasus medis ada banyak jenis kelainan pada tulang. Lalu apa sajakah jenis kelainan tulang yang umum terjadi?

Jenis Kelainan Pada Tulang Manusia

Berikut ini sedikit ulasan mengenai beberapa jenis kelainan tulang yang kasusnya kerap ditemukan di dunia medis, antara lain :

1. Osteoporosis

Kelainan ini merupakan salah satu yang menyebabkan tulang merapuh dan lemah. Osteoporosis umumnya terjadi ketika usia di atas 45 tahun, seiring dengan bertambahnya usia sehingga kepadatan tulang berkurang.

Namun Osteoporosis juga dapat terjadi di usia muda di bawah 40 tahun, ketika proses pembentukan tulang yang baru tidak maksimal, sehingga terjadi pengeroposan.

Apabila osteoporosis tidak mendapatkan penanganan segera, maka tulang akan sangat mudah patah. Hal ini biasa terjadi pada tulang pinggul, tulang belakang dan pergelangan tangan.

2. Rakitis dan Osteomalacia

Kelainan Rakitis ini merupakan kondisi yang mengganggu perkembangan tulang anak-anak dan menyebabkan tulang jadi lunak, sehingga dapat menyebabkan kelainan bentuk pada tulang (deformitas).

Sedangkan Osteomalacia terjadi terhadap orang dewasa, dengan dampak seperti Rakitis yang menyebabkan tulang menjadi lunak.

Osteomalacia dan Rakitis dapat menimbulkan rasa nyeri pada tulang, pertumbuhan buruk, serta bentuk kerangka yang tidak sesuai. Misalnya tulang belakang benkok, kaki bengkok maupun penebalan tulang di pergelangan tangan, kaki atau pun lutut.

Kurangnya asupan kalsium dan vitamin D disebut-sebut sebagai penyebab osteomalacia dan rakitis. Dalam kasus osteomalacia dan rakitis, faktor keturunan juga dapat menjadi penyebab.

3. Osteogenesis imperfecta

jenis kelainan tulang ini merupakan kelainan genetika dengan gejala tulang rentan patah. Kadang kala penderitanya mengalami patah tulang tanpa alasan.

Osteogenesis imperfecta juga menyebabkan kelemahan pada otot, gigi mudah rapuh, dan terjadi pelengkungan pada tulang belakang.

4. Paget

Kelainan Paget ini merupakan salah satu kelainan tulang kronis. Paget dapat menyebabkan sakit kepala, rasa nyeri pada sendi dan tulang, tekanan terhadap saraf, dan menjadikan ukuran kepala tidak normal atau lebih besar.

Penderitanya biasanya memiliki bentuk tulang yang tidak normal, tidak padat dan fraktur rapuh. Paget akan mengganggu proses pembaharuan tulang.

5. Osteomielitis

Kelainan ini bisa terjadi dikarenakan jamur atau bakteri yang menyerang tulang. Apabila terjadi pada anak-anak, Osteomielitis biasanya terjadi pada kaki dan lengan.

Sedangkan Osteomielitis orang dewasa, biasanya terjadi pada tulang belakang, pinggul, dan tulang kaki. Apabila dibiarkan, osteomielitis dapat merusak tulang secara permanen.

Gejala yang terjadi diantaranya demam, nyeri, bengkak dan kemerahan di sekitar daerah infeksi, serta terjadi gangguan pergerakan.

6. Tumor tulang

Kelainan yang satu ini diakibatkan pertumbuhan sel-sel yang tidak normal sekaligus tidak terkendali. akibatnya membentuk suatu gumpalan jaringan. Tumor Tulang dapat bersifat jinak atau pun ganas (kanker).

Apabila ganas, maka berpotensi menyebar pada jaringan tubuh lain. Beberapa macam Tumor Tulang yakni Giantcell Tumor, Enchondroma, maupun Osteosarcoma.

Jenis Kelainan Pada Tulang Belakang Manusia

Selain disebutkan beragam jenis kelainan tulang secara umum, adapula beberapa jenis kelainan tulang pada bagian belakang atau punggung, antara lain:

1. Lordosis

Kelainan yang mana kondisi tulang punggung di bagian bawah melengkung maupun membengkok ke depan. Kondisi jenis kelainan tulang Lordosis bisa terjadi dikarenakan bawaan lahir maupun setelah beraktivitas tertentu yang menyebabkan lordosis. Pada sebagian kasus, Lordosis dapat timbul bersama Arthritis pada tulang punggung.

Penyebab Lordosis tidak umum yakni Achondroplasia atau gangguan pertumbuhan tulang (Dwarfisme). Selain itu penyakit yang berkaitan dengan Distrofi Otot juga dapat menjadi penyebab lordosis.

Selain itu, lordosis kerap kali dikait-kaitkan pada kebiasaan buruk sikap postur tubuh, terutama ketika duduk maupun berdiri. Misalnya, sikap tubuh yang sering kali membusungkan dada.

2. Kifosis

Kelainan tulang tampak dengan ciri tulang punggung di bagian atas melengkung ke arah belakang. Umumnya tingkat kelengkungannya bisa lebih 50 derajat sehingga penderita Kifosis tampak seperti mempunyai punuk pada punggungnya.

Kifosis ini bisa terjadi terhadap semua usia, tetapi kerap dialami oleh wanita yang lanjut usia. Jenis kelainan tulang Kifosis dapat memicu rasa nyeri dan kaku di sekitar punggung.

Kifosis dapat disebabkan berbagai hal, seperti Osteoporosis, Tuberculosis, Arthritis, penyakit yang berhubungan dengan Atrofi/Distrofi otot, maupun infeksi tulang punggung lain yang memicu kerusakan sendi.

Adanya tumor atau kanker di tulang belakang juga dapat menyebabkan Kifosis. Anak-anak yang lahir dengan Cerebral Palsy maupun penyakit Scheuermann juga sangat berpotensi megalami Kifosis.

3. Skoliosis

Kelainan ini tampak dengan ciri tulang belakang yang melengkung ke arah samping. Biasanya terjadi terhadap anak-anak dan remaja sekitar usia 10 sampai 15 tahun.

Penderita Skoliosis tampak salah satu pinggulnya lebih menonjol, salah satu sisi bahunya tampak lebih pendek, tubuhnya condong ke salah satu sisi, bahkan panjang kaki tampak tidak seimbang.

Orang-orang dengan Distrofi/Atrofi otot cenderung mengalami jenis kelainan tulang Skoliosis. Selain itu, Cerebral palsy, kelainan Genetic, Gangguan saraf, Cacat lahir, Spina Bifida, infeksi maupun cedera tulang punggung juga semua itu dapat memicu skoliosis.

Perempuan cenderung lebih berpotensi terhadap skoliosis dibandingkan laki-laki. Penderita skoliosis dapat diserang nyeri punggung.

Untuk menghindari jenis kelainan tulang pada bagian belakang atau punggung, perhatikan sikap postur tubuh saat duduk maupun berdiri.

Hentikan kebiasaan buruk yang mengganggu struktur tulang. Seringnya mengangkat beban berat di salah satu sisi bahu juga dapat memicu skoliosis.

Sedangkan pemakaian high heel yang terlalu sering juga dapat memicu lordosis. Duduk berjam-jam tanpa sandaran atau posisi bersandar yang tidak tepat dapat memicu kifosis.

Baca Juga : Informasi Seputar Pemeriksaan Ketajaman Mata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here