Home Tips Kesehatan Mengenal Seluk Beluk Jenis-Jenis Distrofi Otot Sebagai Penyakit Berbahaya

Mengenal Seluk Beluk Jenis-Jenis Distrofi Otot Sebagai Penyakit Berbahaya

364
0

Mengenal Seluk Beluk Jenis-Jenis Distrofi Otot Sebagai Penyakit Berbahaya – Perlu diwaspadai mengingat banyak sekali resiko yang akan ditanggung ketika seseorang telah didiagnosa mengalami salah satu permasalahan tersebut.

Mengenal Seluk Beluk Jenis-Jenis Distrofi Otot Sebagai Penyakit Berbahaya

Mungkin banyak orang akan asing mendengar istilah distrofi otot, namun dalam dunia kedokteran istilah tersebut sudah sangatlah familiar mengingat permasalahan kesehatan yang terjadi pada bagian otot ini sering kali menyebabkan gangguan perkembangan di masa yang akan datang.

Saat ini, banyak sekali Jenis Distrofi Otot yang telah dilaporkan oleh pihak medis dan beberapa diantaranya telah dilakukan penelitian untuk kemudian ditemukan solusinya.

Parahnya lagi, jenis distrofi otot ini sangat berpotensi terjadi di semua usia, baik anak-anak hingga dewasa. disebutkan bahwa pada anak-anak, gejala distrofi otot ini akan menyebabkan terjadinya kesulitan untuk berjalan, jatuh hingga kesulitan dalam mengangkat kaki untuk bagian depan.

Seiring dengan berjalannya waktu, permasalahan ini bertambah parah dengan menjadikan anak tersebut tidak bisa duduk, berjalan hingga menganggat benda.

Jenis Distrofi Otot untuk diketahui lebih jauh Sebagai Penyakit Berbahaya

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa penyakit distrofi otot ini disebabkan oleh adanya mutasi gen sehingga menyebabkan adanya gangguan kinerja pada gen tersebut.

Dengan kata lain, sebuah gen yang seharusnya menghasilkan protein untuk kemudian menjaga masa otot mengalami gangguan fungsi yang menjadikan otot semakin lemah karena kekurangan protein.

Secara umum, ada berbagai Jenis Distrofi Otot yang perlu diketahui.

1. Distrofi otot Duchenne

Salah satu jenis distrofi otot ini gejalanya sering kali didapati pada anak laki-laki yang berusia 2-6 tahun.

Dikatakan bahwa pada usia anak-anak yang seharusnya mengalami peningkatan masa otot justru mengalami penyusutan hingga akhirnya otot tersebut melemah sekaligus menyusut.

Secara perlahan bagian tulang belakang, kaki dan lengan akan mengalami kondisi yang lemah sehingga pasien tersebut akan menggunakan kursi roda.

Selanjutnya, jenis distrofi otot ini pada hakikatnya diderita oleh mereka yang berusia 12 tahun hingga akhirnya mengalami kondisi yang memburuk dan menyebabkan kematian di usia 20 tahun.

Penyebab dari kematian ini dikarenakan oleh adanya gangguan pada sistem pernafasan sekaligus sistem kardiovaskuler.

Untuk menghindari permasalahan atas jenis distrofi otot yang satu ini, mengetahui gejala umum di usia dini sangatlah penting.

Disebutkan bahwa beberapa gejala yang mungkin diketahui pada anak penderita distrofi otot adalah cara berjalan jinjit, sering jatuh, kesulitan untuk bangkit, kesulitan berlari ataupun kegiatan lainnya yang memerlukan koordinasi sistem otot.

2. Miotonik

Jika pada anak-anak jenis distrofi otot ini dikenal dengan sebutan distrofi otot Duchenne, untuk orang dewasa, permasalahan ini sering kali dikenal dengan istilah Miotonik atau penyakit Steinert.

Sekalipun jenis penyakit ini juga berpeluang terjadi pada usia anak-anak, namun pada usia dewasa sering kali menyebabkan adanya usia harapan hidup yang sangat pendek.

Pada kondisi yang sangat parah, jenis distrofi otot ini akan mempengaruhi kinerja sistem kardiovaskuler, sistem pencernaan, sistem syaraf dan beberapa sistem koordinasi di dalam tubuh.

Munculnya permasalahan ini jika tidak ditangani dengan serius akan mengakibatkan peluang hidup akan semakin kecil. Jadi, pastikan untuk mengkomunikasikan berbagai gejala awal penyakit ini dengan pihak medis.

3. Limb-girdle

Untuk jenis distrofi otot yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Limb-girdle yang merupakan jenis distrofi pada remaja sekaligus juga orang dewasa.

permasalahan ini akan menyerang beberapa anggota tubuh termasuk di dalamnya adalah bagian pinggul, lengan, bahu hingga kaki yang kemudian menyebabkan adanya kondisi lemah secara bertahap.

Resiko terparah dari permasalahan ini adalah hilangnya kemampuan untuk bisa berjalan.

4. Distrofi otot becker

Selain Limb-girdle, jenis distrofi otot lainnya adalah Distrofi Otot Becker dengan gejala yang menyerupai Distrofi Duchenne.

Tingkat keparahan dari penyakit ini bisa dibilang sangatlah lambat sehingga akan memberikan kesempatan pada penderita untuk bisa menikmati hidup hingga usia 30 tahun ke atas.

Pada fase awal, penyakit ini akan muncul pada usia 11 tahun kemudian akan dirasakan dampaknya saat menginjak usia 20 tahun.

Dalam kondisi yang sangat parah, jenis distrofi otot ini akan menyebabkan gangguan pada sistem kardiovaskuler sehingga sistem peredaran darah di dalam tubuh tidak bisa berjalan dengan lancar.

Selain itu, permasalahan ini juga menyebabkan penderitannya mengalami kesulitan untuk berjalan sehingga harus dibantu dengan kursi roda.

5. Facioscapulohumeral

Facioscapulohumeral merupakan otot yang nantinya akan menggerakkan bagian lengan atas, wajah dan juga belikat.

Jenis distrofi otot yang dikenal dengan sebutan penyakit Landouzy-Dejerine ini akan ditandai dengan berbagai gejala yang muncul pada usia remaja hingga akhirnya berkembang yang kemudian menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan menelan hingga berbicara. Sekalipun demikian, penderitanya bisa berjalan dan juga hidup.

Terlepas dari beberapa jenis distrofi otot yang tersebut di atas, ada beberapa jenis dari distrofi otot lain yang juga patut diwaspadai seperti halnya Distal, Oculopharyngeal hingga Congenital.

Untuk berbagai pengobatan yang bisa dilakukan dalam mengatasi permasalahan ini diantaranya adalah terapi fisik, penggunaan alat bantu untuk menyokong, pengkonsumsian obat Kortikosteroid dan pembedahan pada beberapa kasus.

Baca Juga : Jangan Remehkan Kelainan Tulang Manusia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here