Home Tips Kesehatan Ketahui Lebih Jauh Pengaruh Besar Air Putih Terhadap Urin

Ketahui Lebih Jauh Pengaruh Besar Air Putih Terhadap Urin

70
0

Ketahui Lebih Jauh Pengaruh Besar Air Putih Terhadap Urin – Terkait dengan pengaruh air putih terhadap urin, Anda harus mewaspadainya atas adanya perubahan warna air seni yang Anda lihat saat di kamar mandi.

Ketahui Lebih Jauh Pengaruh Besar Air Putih Terhadap Urin

Hampir 50% dari tubuh kita tersusun oleh cairan yang sangat berguna untuk meningkatkan sistem metabolisme tubuh, melumasi sendi hingga membuang berbagai zat yang tidak terpakai dalam bentuk urin ataupun keringat.

Jadi, tidak mengherankan jika pengaruh air putih terhadap urin itu sangat besar, bahkan warna urin sering kali menandakan kondisi cairan yang terdapat di dalam tubuh. Menyikapi hal tersebut, pastikan untuk selalu terhidrasi secara cukup.

Akhir-akhir ini banyak sekali tuntutan kesehatan bagi setiap orang untuk mengkonsumsi air putih sebanyak 8 gelas sehari. Namun, siapa sangka jika jumlah tersebut bisa jadi membuat seseorang menjadi kurang sehat.

Di lain sisi, bukan berarti Anda harus mengurangi konsumsi air putih tersebut, sebab pengaruh air putih terhadap urin sangat signifikan, hingga praktisi kesehatanpun selalu menyarankan minum air cukup untuk membuat Anda terhidrasi.

Pengaruh air putih terhadap urin

Pengaruh air putih terhadap urin ini bisa dilihat dari perubahan warna air seni yang memang harus dijadikan sebagai indicator atas kurang ataupun lebihnya tingkat pengkonsumsian air.

Berikut ini gambaran sekilas tentang jumlah air yang Anda konsumsi terhadap warna air seni yang Anda keluarkan sebagai bentuk hasil ekskresi.

1). Jernih ataupun transparan

Masih berkaitan dengan pengaruh air putih terhadap urin, bahwa jika Anda mendapati adanya perubahan warna pada air seni yang menjadi terlihat transparan ataupun juga jernih, maka Anda harus menyadari bahwa kondisi tersebut adalah normal.

Dengan kata lain, Anda sudah cukup untuk mengkonsumsi cairan setiap harinya sekaligus mampu menjaga tubuh dari resiko dehidrasi.

2). Kuning transparan ataupun kuning pucat

Berbeda dengan warna air seni yang jernih, untuk air seni yang berwarna kuning pucat ataupun kuning transparan, maka bisa dikatakan bahwa pengaruh air putih terhadap urin ini menandakan Anda tidak mengalami dehidrasi.

Jadi, baik warna putih ataupun kuning bening sama-sama menunjukkan kondisi yang normal. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu khawatir dan senantiasa selalu mencukupi kebutuhan air setiap harinya.

3). Kuning Tua

Apabila saat Anda ke kamar mandi dan mengamati perubahan yang sangat signifikan atas air seni Anda yang semula jernih atau kuning muda ternyata berubah menjadi kuning tua, maka berbicara mengenai pengaruh air putih terhadap urin, Anda akan akan mengalami dehidrasi.

Untuk menyikapinya, akan sangat tepat jika Anda segera mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. Pastikan untuk tidak mengabaikan hal ini.

4). Warna amber ataupun warna madu

Mengejutkannya lagi, jika Anda mendapati air seni Anda telah berubah menjadi berwarna madu atau kuning amber, maka Anda sangat disarankan untuk sesegera mungkin minum air putih yang cukup.

Berkaitan dengan pengaruh air putih terhadap urin ini, tubuh Anda pada kondisi yang kekurangan cairan dalam tubuh, sehingga akan sangat bijak jika Anda segera meresponnya dengan cepat.

5). Warna Coklat

Parahnya, jika Anda mendapati cairan urin yang dikeluarakan sebagai proses ekskresi tubuh berwarna coklat, maka Anda harus menyadari jika memang tubuh Anda pada kondisi yang parah atas kurangnya cairan tubuh.

Selanjutnya, untuk pengaruh air putih terhadap urin yang demikian ini, Anda harus mengkonsumsi air yang banyak sebab jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan permasalahan pada liver Anda.

Lantas, seberapa banyak air yang harus dikonsumsi?

Perlu diketahui bahwa setiap orang memiliki kebutuhan cairan yang berbeda dan hal ini tergantung dari cuaca, lingkungan, tingkat aktivitas yang dijalani sekaligus pengobatan yang sedang dilakukan.

Menanggapi adanya pengaruh air putih terhadap urin, Anda disarankan untuk menghindari rasa haus berlebih karena pada saat itu, tubuh memang mengalami kekurangan cairan. Jadi, pastikan Anda selalu mencukupi kebutuhan air setiap harinya.

Ada berbagai sinyal yang akan ditunjukkan oleh tubuh pada saat seseorang mengalami adanya kekurangan cairan. Beberapa pertanda tersebut diantaranya adalah bibir yang kering, hilangnya fokus konsentrasi, sakit kepala hingga peningkatan pada denyut jantung.

Jika Anda mendapati pertanda tersebut, maka Anda harus menyadari akan pengaruh air putih terhadap urin untuk segera mengkonsumsi banyak air putih.

Untuk mengurangi resiko dehidrasi, akan sangat disarankan bagi Anda segera mengkonsumsi air secara perlahan ataupun bertahap, jadi tidak serta merta Anda mengkonsumsi 8 gelas.

Sebagai bentuk penyikapan atas pentingnya pengaruh air putih terhadap urin, Anda juga bisa mengkonsumsi jus buah yang kaya akan kandungan air. beberapa jenis buah seperti semangka, strowberi, jeruk dan juga apel dikenal dengan kandungan airnya yang mencapai 90%.

Ada banyak sekali pengaruh air putih terhadap urin yang ditandai dengan perubahan warna pada air seni. Untuk air seni yang berwarna putih ataupun kuning bening, maka Anda tidak perlu khawatir sebab Anda ada pada kondisi normal.

Sedangkan jika perubahan air seni cukup signifikan hingga berwarna coklat, Anda sangat disarankan untuk segera mengkonsumsi air putih sebanyak-banyaknya hingga resiko dehidrasi akan berkurang.

Baca Juga : Ketahui Apa Saja Buah Pencegah Penyakit TBC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here