Waspada! Bahaya Retinopati Diabetik Picu Kebutaan Pada Penderita Diabetes

Waspada! Bahaya Retinopati Diabetik Picu Kebutaan Pada Penderita Diabetes – Ragam bahaya retinopati diabetic akan menyebabkan adanya kebutaan yang harus diwaspadai sehingga perlu dilakukan pengobatan untuk meringankan resiko yang ada.

Waspada! Bahaya Retinopati Diabetik Picu Kebutaan Pada Penderita Diabetes

Dikenal dengan penyakit metabolic yang harus diwaspadai, diabetes ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula yang sangat banyak.

Selain itu, kondisi ini juga dikenali dengan rendahnya kadar insulin. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama, maka hal ini akan memicu munculnya bahaya retinopati diabetic yang secara umum diderita oleh mereka yang mengalami peningkatan kadar glukosa yang tinggi.

Pada hakikatnya, terkait dengan bahaya retinopati diabetic ini bisa dihindari dengan adanya management kadar gula yang dikonsumsi setiap hari yang disertai dengan penerapan pola hidup yang sehat.

Hal ini bisa dilakukan dengan olahraga secara teratur, melakukan diet ketat hingga mengkonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh pihak dokter. Dengan menerapkan hidup sehat, maka Anda tidak akan terkena permasalahan retinopati diabetic ini.

Retinopati diabetic picu kebutaan pada seseorang

Pada kondisi yang sangat parah dan tidak tertangani lagi, bahaya retinopati diabetic bisa mengarah pada kondisi kebutaan ataupun katarak.

Jika hal ini sudah terjadi, maka Anda akan mendapati adanya kerusakan atas pembuluh syaraf pada retina yang kemudian akan mengalami kebocoran.

Atas kondisi ini, maka akan mengakibatkan terjadinya penumpukan cairan yang kaya akan kandungan lemak sehingga akan menyebabkan pendarahan pada bagian mata.

Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, maka bahaya retinopati diabetic ini ditandai dengan munculnya penglihatan yang buram dan kemudian disusul dengan kebutaan.

Saat permasalahan atas kerusakan pada retina ini dikatakan sangatlah parah, maka kebutaan yang permanen akan terjadi pada seseorang sekalipun dilakukan pengobatan secara terpadu demi mengatasi permasalahan tersebut.

Menurut data yang dilansir dari WHO (World Health Organization) bahwa permasalahan kaitannya dengan bahaya retinopati diabetic ini telah menyerang semua orang di dunia dengan persentase mencapai 4,8% di tahun 2004.

Permasalahan ini menyebabkan adanya katarak pada seseorang yang kemudian juga sempat diklaim atas permasalahan ke-4 yang terjadi pada seseorang setelah katarak, glukoma dan juga degenerasi macula.

Permasalahan serupa di Indonesia belum teridentifikasi

Terkait dengan bahaya retinopati diabetic, di Indonesia itu sendiri di tahun 1995, kelainan penglihatan yang disebabkan oleh kadar gula tinggi hingga menyebabkan kebutaan tersebut masih belum diidentifikasi dengan baik sehingga permasalahan ini dikategorikan pada “kebutaan lain-lain” yang prosentasenya mencapai 28%.

Disebutkan bahwa di RS Cipto Mangungkusumo, permasalahan ini memiliki kunjungan sebanyak 2,4% tahun 2005 dan 3,9% tahun 2006.

Untuk diketahui bahwa permasalahan retinopati diabetic ini dipengaruhi oleh masalah diabetes sekaligus juga lamanya penyakit itu diderita oleh seseorang.

Pada diabetes type I, berkaitan dengan bahaya retinopati diabetic ini, permasalahan tersebut disebabkan oleh adanya kerusakan sel beta yang terdapat di pancreas dengan pasien yang masih berusia 30 tahunan.

Pada penderita diabetes mellitus, retinopati diabetic menyerang mereka yang telah 5 tahun mengalami diabetes.

Pada penderita diabetes mellitus II, seseorang akan berpeluang lebih cepat mengalami yang namanya retinopati diabetic dengan lamanya waktu penderita kurang dari 5 tahun.

Persentase permasalahan tersebut kemudian akan mengalami peningkatan hingga mencapai 53-84%. Adanya tingkat keparahan tersebut maka bahaya retinopati diabetic sudah sepantasnya diwaspadai demi menghindarkan permasalahan yang lebih parah di masa yang akan datang.

Ragam jenis retinopati diabetic yang perlu dikenali

Masih berkaitan dengan bahaya retinopati diabetic, permasalahan kebutaan yang disebabkan oleh adanya kondisi kadar gula yang tinggi tersebut pada dasarnya juga memiliki berbagai jenis yang memang harus diwaspadai.

Berikut ini beberapa jenis dari retinopati diabetic yang sering kali diderita oleh mereka yang mengalami dibetes.

  • Retinopati diabetic non-proliferatif

Saat seseorang mengalami jenis permasalahan retinopati diabetic yang non-proliferatif, maka dirinya akan dimonitori saja. Sekalipun demikian, untuk mencegah adanya bahaya retinopati diabetic, maka tindakan pengobatan akan tetap dilakukan.

Dalam hal ini, penderita nantinya akan disarankan untuk melakukan control ke dokter mata sekaligus juga ahli diabetes. Di sini, Anda akan mendalami cara mengontrol kadar gula darah.

  • Retinopati diabetic proliferative

Jika seseorang telah terdiagnosa mengalami permasalahan retinopati diabetic yang proliferative, maka tindakan pengobatan harus sesegera mungkin dilakukan demi menghindari permasalahan yang lebih parah.

Untuk menekan resiko bahaya retinopati diabetic ini, maka pengobatan dengan cara suntikan anti-VEGF pada mata, vitrektomi, fotokoagulasi dan fotokoagulasi panretinal akan dilakukan.

Pengobatan yang dilakukan dengan cara di atas tentunya akan menyebabkan ragam permasalahan lain yang menyertainya.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi diantaranya adalah mata yang lebih sensitive pada cahaya, berkurangnya kemampuan melihat pada malam hari hingga adanya pendarahan yang akan terjadi pada seseorang dalam jangka panjang.

Permasalahan kebutaan yang disebabkan oleh adanya diabetes mellitus ini dikenal dengan sebutan retinopati diabetic yang kemudian akan mengakibatkan adanya kebutaan permanen saat tingkat diabetes seseorang juga parah.

Mengingat bahaya retinopati diabetic tersebut, maka sangat penting bagi Anda untuk selalu melakukan pengobatan sejak dini sesaat Anda terdiagnosa mengalami permasalahan tersebut oleh pihak dokter.

Baca Juga : Deretan Fakta Mengejutkan Tentang Keringat Yang Perlu Anda Tahu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here